Beranda · Belajar · Kontak · Privacy Policy

1 tahun.

Bismillahirahmanirahim.

Hah..! Entah mengapa, untukku, tiap pergantian tahun, seminggu sebelum pergantian tahun, selalu, setiap tahun perasaan jadi galau, catat: GALAU! Perasaan takut, lebih tepatnya belum siap. Efeknya, susah tidur kalo malam, mudah tidur kalo siang (apalagi di kelas!); kepikiran terus bikin berdebar ndak jelas gimana gitu; ndak nafsu makan tapi lapar terus; pokoknya gado-gado pake' kuah soto deh..!

Sebenarnya 1 TAHUN itu lama gak sih...?
bukannya 1 tahun tu lama ya...
tapi kok makin ke sini, 1 tahun makin terasa cepat ya..?
apa ini tanda-tanda kiamat...?
perasaan nginjakkan kaki di Jakarta belum lama deh, tiba-tiba dalam jangka waktu 1 tahun lagi (1 TAHUN!), sudah harus lulus (RIDHA ANANDA CIPTA, S.E.), sebelum lulus sudah harus dapat kepastian pekerjaan, Pekerjaan? Kerja? artinya harus siap fisik dan mental ke 'dunia' yang sebenarnya! dunia yang lebih 'hidup' ! masa-masa indah ini harus segera berkakhir, atau lebih tepatnya diakhiri...! dalam 1 tahun ! Masya Allah !
Siapkah Aku...?
Ya Allah yang Maha Perkasa, jadikan aku manusia yang tangguh...!

Memang, Rencana Hidup sudah disusun, sedikit bisa dijadikan patokan, mau jadi apa, mau dibawa kemana titel SE itu. 3-5 tahun.
Akh.... Waktu memang kejam. Tak ada yang bisa menghentikannya. Datang seperti ombak tsunami. Hanya bisa diantisipasi. persiapan.
Apakah antisipasi yang masih tak seberapa ini cukup...? Jika tidak, apakah dalam 1 tahun cukup untuk menghentikan dentuman gelombang itu...?
Ya Allah yang Maha Perkasa, jadikan aku manusia yang tangguh...!

Ya Allah....
KataMU, lelaki yang baik-baik hanya untuk wanita baik-baik, wanita baik-baik hanya untuk lelaki baik-baik...
Ya Allah....
Sekarang saja belum ada 1 juz ayat Mu aku hapalkan. Sholatku juga masih bolong-bolong, masih tergantung mood! Setua ini bahkan aku belum pernah sekalipun berqurban, jangan, itu standarnya terlalu tinggi, zakat fitrah saja aku masih dibayarkan orang tua...! belum ada satu gelas aqua air mata ku tumpah untukMU...! imanku masih iman jahiliah..!
aku belum jadi lelaki baik-baik...! ah... bagaimana bisa aku dapat wanita baik-baik...? padahal mimpiku tinggi, tinggi sekali..!
Apakah waktu masih cukup untuk berubah jadi lelaki baik-baik...? Apakah masih ada yang mau menunggu hingga aku menjadi baik...?
Ya Allah yang Maha Perkasa, jadikan aku manusia yang tangguh...!

Tapi membayangkan senyum mereka sudah lebih dari cukup untuk aku survive. Benar-benar senyuman penabur harapan.Senyuman saat wisudaan, Senyuman gaji pertama, Senyuman saat akad nikah, Senyuman saat terpana memandangi ka'bah sekeluarga. Subhanallah!
Seketika, Keyakinan itu bangkit lagi. meskipun tentang beribu pertanyaan tentang hari esok.

Haaaahhhhh........!
Masa Depan ku....!
Teranglah.....!
aku mohon, tunggulah, 1 tahun lagi semuanya akan terang benderang. Aku sedang berkemas, bersiap. bersabarlah.

untukmu aku katakan: "aku belum bisa menjanjikan apa-apa untuk dipertanggungjawabkan, sekarang aku sedang berusaha, makanya kalo nanti dah mampu mempertanggungjawabkan, bahkan semuanya gak sekedar janji, bersabarlah, tunggu sedikit lagi saja. orang sabar di sayang Allah. :)"
Ya Allah yang Maha Perkasa, jadikan aku manusia yang tangguh...!

Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-impimu. Bukan tentang seberapa besar mimpimu, tapi seberapa besar kau untuk mimpi-mimpimu. ~ tetralogi laskar pelangi

Wassalam.
R.A.C -> calon sarjana ekonomi, calon procurement specialist, calon lelaki baik-baik, calon haji, calon penghuni kubur.

Artikel keren lainnya:

Motivasi (Sharing Aja^^)

Bismillahirahmanirahim

Motivasi.
Lagi-lagi, topik ini yang muncul saat Ujian berakhir, UTS atau UAS.
Bukan tentang positifnya, tapi negatifnya.
Banyak sekali teman-teman yang "stok" motivasinya seperti habis, terutama setelah melihat nilai yang acakadul, atau alasan-alasan yang lain.
Pada kayak orang depresi gitu liat nilai.
Kayak bisa ngelihat masa depan suram.
Hahaha... <-- bisa tertawa karena terlalu sering mangalami hal yang sama.

dan banyak orang bilang: IKHLASKAN SAJALAH.....
yeeee...
jelas langsung mikir, emang mudah ngikhlasin..? apalagi ini menyangkut masa depan bro...
hmmm.. nanti kita bahas...

yang lain lagi bilang: SABAR....
iya, ini lagi berusaha sabar..... tapi gak gampang bro....
tetep aja kepikiran....

kalo kata d'masiv lain lagi: SYUKURI APA YANG ADA , HIDUP ADALAH ANUGRAH, TETAP JALANI HIDUP INI MELAKUKAN YANG TERBAIK.....
jadilah, backsound di WMP setiap habis ujian...

Baiklah teman, mari kita bahas...

PICA.
Di banyak perusahaan, saat menghadapai problem, istilah ini sering digunakan.
Problem Indentification and Corrective Action.
Intinya Cari tahu masalahnya kemudian perbaiki.

Problem Indentification.
Dalam kasus kita ini, cari tahu dulu masalahnya apa, inti masalahnya harus diketahui.
Misalnya Stress, stress gara-gara nilai rendah, nilai rendah gara-gara apa..? malas, malas gara-gara apa..? gara-gara gak punya motivasi...? (atau malah sengaja dimalas-malasin? ^^) harus ketahuan dulu.
Kalo gak tahu dimana letak masalahnya, gimana mau diperbaiki, kan?

Sekilas Teori Motivasi Hirarki (tambahan aja)
Kalo ngomong motivasi, jadi ingat teori maslow: manusia punya tingkatan motivasi mulai dari:
  1. Kebutuhan Fisiologis Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.
  2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.
  3. Kebutuhan Sosial Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
  4. Kebutuhan Penghargaan Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
  5. Kebutuhan Aktualisasi Diri Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.
Menurut maslow, jika anda kehilangan motivasi, tanyakan pada diri anda, di tingkat mana anda berada, dan indentifikasikan pada tingkat itu problem anda apa, itulah yang membuat anda kehilangan motivasi.
Lha, kok jadi belajar Perilaku Organisasi....?
hoho...

Perjalanan belum selesai pada teori orang barat itu saja, mari kita lanjut kawan... tarikkkkkk....!

Corrective Action.
Nah, kalo dah ketauan penyebabnya, sekarang gimana cara memperbaikinya.

IKHLAS.
Apalagi, itu kuncinya memang.
Yang lalu biarlah berlalu.
Biarlah dalam artian, biarlah menjadi bahan instropeksi diri, menuju masa depan gemilang.
Ya. Instropeksi. Sekedar mengartikan ikhlas dengan "rela" saja saya kira tak cukup, perlu ada niat untuk berubah, menjadi lebih baik dengan instropeksi.
dan yakinlah, kuatkan saja hati dan percayalah Al-'Aliyy pasti punya skenario terbaik.
ini intinya ikhlas dengan cara yakinkan hati padaNya. Insya Allah.

sampai disini saja mungkin tentang ikhlas.
Tapi, selanjutnya tentang ilmu ikhlas saya sendiri, jujur, belum paham, belum menguasai.
atau mungkin kalian juga belum?
Mari kita sama-sama belajar ilmu ikhlas. :)



SABAR dan SYUKUR.
Aku seperti sulit memisahkan Syukur dengan Ikhlas
Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126)
ya, bersyukur dan bersabar bisa diaplikasikan di segala situasi.
Jika mendapat musibah, maka bersabarlah atas cobaan, atau bersyukurlah karena Allah masih peduli padamu...
Jika mendapat limpahan, maka bersabarlah siapa tahu itu adalah ujian, atau bersyukurlah semoga kita tidak menjadi orang-orang yang kufur.
Lalu, motivasinya dimana....?
Ya, aku tak tahu ini nyambung atau ndak...
tapi, jika sedang "drop", maka mengadulah padanya, minta diberikan hati yang lapang biar bisa ikhlas, biar bisa bersyukur dan bersabar, biar mampu "menjalani hidup ini, melakukan yang terbaik, jangan menyerah, Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya, pada hambanya yang sabar, dan tak kenal putus asa - d'masiv"

Oh, ya, hampir lupa, dari seorang teman:
"Daripada berdo'a minta diberi kemudahan, lebih baik berdo'a diberi ketangguhan"
kan, everything that doesn't kill you simply makes you stronger.
Nah.

Objective: Specified, Visualized
Dari orang barat yang lain, kita sadur, "dalam mengerjakan proyek" kata dosen Project Management yang pernah kupelajari "buatlah tujuan proyek secara spesifik (specified objective)"
Ya.
Udah banyak orang-orang sukses bilang, bermimpilah, berangan-anganlah, lalu visualkan mimpi itu.
supaya visualisasi mimpi itu bisa jadi motivasi waktu lagi drop.

Satu lagi, gambaran dari Nabi Muhammad SAW, katanya "Mintalah Firdaus!"
Lalu ia sampaikan:
"Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka Surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas tahta yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah." (Al-Kahfi: 31). 
Lihatlah sobat, do'anya jelas, visualisaninya jelas (ini 'hanya' satu ayat, masih banyak ayat yang menjelaskan gambaran surga.). 
 

kita ambil contoh aja biar mudah, misalnya, ngebet naik haji (goal spesifik), ya pasang poto ka'bah di dinding kamar (visualized), biar bisa dilihat setiap saat, jadi alat charge untuk motivasi yang kendor.
Misalnya keuangan tak terkontrol, lihat tu foto ka'bah lalu berfikir "Kalo boros kayak gini mah, kapan naik hajinya, mari berhemat..!"

Tambahan Saja.
Sedikit sharing, jika boleh....
Kalo aku sedang drop, yang pertama kali aku lakukan adalah, melihat foto keluarga : Ayah, Mama, Bang Long, Ipan, Farly.
lalu aku katakan pada diriku, "Lihat Foto mereka! mereka semua tersenyum! kau mau senyum mereka pudar gara-gara kau..?? Bukankah kau disini untuk mereka, bukankah kau ingin mereka bahagia selamanya, bukankah...??"

kemudian aku melihat ke depan kamar, ke arah gambar ka'bah, kemudian aku berkata kepada diriku:
"kau rindu ? kau mau ke sana...? bersama keluargamu...? jangan  harap bisa, sebelum kau perbaiki kuliahmu itu...! sebelum kau perbaiki sikapmu itu..! sebelum kau kuatkan hatimu..!"

Selanjutnya, lihat ke dalam buku agenda, Agenda Hidup 15 Tahun ke depan. Penuh dengan cita-cita dan harapan.
Dan aku berkata pada diriku:
"Lihat agendamu! kau pikir dengan kuliahmu yang pas-pasan kau bisa penuhi target..? dengan usahamu yang setengah-setengah ini udah cukup untuk semua..? Tidak...! mau tidak mau, Kau butuh usaha lebih..! Kau harus belajar lebih..! Kau harus mati-matian..! lihatlah di tubuhmu, Usahamu sekarang belum cukup...!"

Kalo kamu gimana....? ^^

Semoga bermanfaat.
Wassalam.

RAC
00:39 28-November-2010 Menteng Atas, Jakarta.

Artikel keren lainnya:

Ibrahim, Qurban

Bismillah.
Hari ini, 17 November 2010,
entah sekarang tanggal 10 atau 11 Dzulhijah...
Perbedaan Perayaan Idul Adha tak menjadi halangan kami untuk tetap menyeru namaMU sesemesta...


Pagi itu, 06:00 WIB, mata yang baru berhasil terpejam setelah lewat jam 4 subuh ini harus dibuka kembali. Demi. Demi Ibadah yang cuma ada 2 tahun sekali. Shalat Ied.
2 Rakaat, 7 Takbir rakaat pertama, 5 takbir rakaat ke dua.
Terasa lebih bermakna. Jauh dari keluarga. Jauh dari Orang tua. Terpaksa tubuh yang ringkih menuntut ilmu sepanjang tahun ini beristirahat sejenak, bersujud, me-recharge energi iman, dengan sholat, medengarkan Khutbah, Berkurban.

Bukan. Bukan Kurban yang aku tangkap dari tema khutbah tahun ini. Bukan pula perayaannya. Bukan.
Ada satu yang membuatku iri. Kisah Ibrahim.
Hari ini, Kembali, berkumandang kisah Ibrahim A.S di seantero dunia, bukan kisah biasa, tapi keteladannya yang dikenang, sungguh ia telah menjadi tutur kata yang baik lagi tinggi, seperti yang telah Allah tuliskan di Surah Maryam.

Bagaimana tidak. Perjalanan hidupnya yang keras, ditempa zaman, ditempa usia, jauh. Jauh melebihi cobaan yang kita hadapi sekarang yang mungkin hanya seujung kuku dari perjalanan hidupnya.
Mulai dari perbedaan akidah dengan sang ayah. (Q.S Maryam 41-48)
Pencarian makna ketuhanan.
Penghacuran berhala dengan kapak kecerdasan.
Ujian berumah tangga yang tanpa anak sampai ia dan siti hajar sepuh.
Bahkan, ketika sudah mempunyai anak, Ismail A.S. di usianya yang sudah senja, ia diperintahakan Allah meninggalkan buah hati di padang pasir tandus tanpa perbekalan apapun.
Wah, jika aku menjadi ia, pasti aku sudah protes pada Allah.

Lalu, Setelah sekian tahun berlalu, ia dipertemukan dengan Ismail, anaknya, dan Siti Hajar, istrinya.
Lagi-lagi, belum lama nostalgia itu berlangsung, kembali, ia diperintahkan menyembelih anaknya.

Subhanallah, entah, iman seperti apa yang Ibrahim punya, setelah semua yang ia lalui, harusnya ia sekarang bersenang-senang, menikmati hasil perjuangannya. Ia harus di uji lagi.
Dan yang lebih parah, harus menyembelih anaknya yang baru saja ia bertemu dengannya. Masya Allah.

Maka izinkanlah aku mengutip pembicaraan paling indah antara Ayah dan Anaknya: 
"Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (QS 37 : 102)

Maka dikenanglah mereka sampai akhir zaman. Dicatatlah kisah mereka yang abadi dalam Al-Qur'an.
Tertulislah kekokohan iman mereka dalam perkataan yang baik lagi tinggi.
Semua orang patut iri pada Ibrahim.
Marilah, kita belajar pada Ibrahim.

Sering kita merasa taqwa
Tanpa sadar terjebak rasa
Dengan sengaja mencuri-curi
Diam-diam ingkar hati

Pada Allah mengaku cinta

Walau pada kenyataannya
Pada harta, pada dunia
Tunduk seraya menghamba
 
Belajar dari Ibrahim
Belajar taqwa kepada Allah 
Belajar dari Ibrahim
Belajar untuk mencintai Allah

Malu pada Bapak para Anbiya

Patuh dan taat pada Allah semata
Tanpa pernah mengumbar kata-kata
Jalankan perintah tiada banyak bicara 
(SNADA- Belajar dari Ibrahim)





Allahu Akbar. Allahu Akbar.
Taqabbalallahu minna waminkum, Taqabbal yaa kariim.
RAC 

Artikel keren lainnya:

Problemo bukan masalah

Malam itu malam Jum'at. Meskipun besok UTS tapi, tetap saja laptop ini menyala. Internet. Facebook.
Tapi, sementara tangan membolak-balik bahan UTS, mata ini tak bisa mengalihakan pandangan dari status seorang teman:

"sembunyi adalah salah satu bentuk lari dari masalah.."

Menarik ni, minta diangkat jadi tema tulisan kayankya ni. Begitu pikirku. Hoho.

Baiklah. mari kita bahas.
Komentar pertama berbunyi... "So... Jangan lari, caapee tau... Hahahaha"
Terkesan kekanak-kanakan. tapi, bukankah anak-anak itu katanya gak bisa bohong. Mungkin intinya jangan lari dari masalah. gitu.
Komentar kedua menguatkan agrumen pertama... "tapi masalah itu hanya tertunda untuk diselesaikan.. tertumpuk akhirnya saat kembali dari pelarian."
ada penambahan, jangan lari dari masalah karena hanya menunda penyelesaiannua saja, toh kan masalah harusa diselesaikan. Benar juga.
tapi, lihatlah komentar ketiga...."Mungkin mencoba mencari angin segar, kmudian kmbali dgn kesiapan menyelesaikan masalah itu. ;)" Berbeda dengan 2 komentar awal. Semakin menarik.


Dan. jika aku boleh mengomentari status itu, (memang sih gak ada yang melarang, aku hanya malu, hihi), aku akan menulis:
"Bahkan lelaki suci itu pun bersembunyi di Gua Hira... so... jadikan bersembunyi jadi momentum mu'asabah..."


Problemo. Masalah. Problemo.
"kalo gak mau dapat masalah mati aja, cuma orang mati yang gak ada masalah" (bahkan orang mati aja masih banyak masalah di alam kubur.) gitu kata teman SMA ku.
jadi manusia pasti punya masalah lah, hanya bagaiman kita menyikapinya.
Ada yang langsung tabrak. Masalah? Selesaikan segera!
Ada yang lari. Lari dari masalah satu ke masalah lain begitu seterusnya.
Ada yang penuh pertimbangan. Masalah, cermati, pikirkan, selesaikan.

Kalo istilah Management, ada yang namanya. Problem Indentification and Corrective Action.
Mencermati komentar pertama dan kedua, memang benar, masalah harus diselesaikan. tapi bagaimana caranya. Apa maen seruduk, tabrak-tabrak aja, atau perlu pendekatan ?
Nah, kalo komentar ke tiga mantep nih, "Mungkin mencoba mencari angin segar, kmudian kmbali dgn kesiapan menyelesaikan masalah itu. ;)"
Mungkin kata-kata "mencari angin segar" bisa diganti "persiapan" (kurang pas ya? hehe.. habis susah menterjemahkan Problem Indentification and Corrective Action ke bahasa Indonesia.)

Kawanku, bukankah, menunggu dan bersembunyi adalah salah satu strategi jitu perang? Bukankah gerilya adalah strategi perang yang paling ditakuti sekutu? Bukankah di Al-Qur'an kita punya surah khusus yang menceritakan pelarian tujuh orang beriman dan bersembunyi di dalam gua? Bukankah lelaki suci itu juga sering ke gua hira, bersembunyi, sendiri, merenungi? Bukankah? Sudahkah kita mengambil pelajaran?
Kawan, bersembunyi bukan semata lari dari masalah, bersembunyi bukan semata pelarian dari masalah. Justru dengan bersembunyi, kita menyiapkan semua, dan keluar menghadapinya dengan gilang-gemilang, dengan tenang, hasil yang cemerlang.
Satu lagi, mereka yang bersembunyi, bukan berarti pengecut. Ada yang mereka selamatkan, akidah dalam kisah Al-Kahfi.Ada yang mereka coba persiapkan di medan gerilya, strategi.  Ajang instropeksi diri, merenungi, seperti yang Muhammad S.A.W lakukan. Tapi, apakah mereka lari? tidak, mereka  hadapi semua dan atas izin Allah, mereka berhasil.
Selamatkan. Persiapkan. Instropeksi. Hadapi.
Sekali lagi, bersembunyi bukan berarti pengecut!
Indonesia saja bisa merdeka dengan gerilya!


Aku tak tahu memang cara menyelesaikan masalah dengan baik, tapi saranku, contohlah manusia tanpa cela itu.
Terhadap masalah ia bersembunyi, ia bermu'asabah, ia mencermati, ia renungi, ia instropeksi, ia hadapi, dan ia selesaikan!
Tak jarang ia dapat berpikir cepat, seperti ketika penyelesain peletakan Hajar Aswad (aku tentu tak perlu menceritakannya lagi kan?)
Maka contohlah ia. Tau menempatkan posisi dalam masalah, masalah tetap dihadapi, bukan lari. dihadapi dengan pikiran yang jernih dan tenang karena ia cermati, ia renungi, ia instrokpeksi.
Masalah kecepatan, itu bisa dilatih kawan.


Tentang masalah, bukankah "Everything that does'nt kill you simply make you stronger? isn't it?"

Artikel keren lainnya:

Kenikmatan dan yang Menghapusnya Seketika!

Bismillahirahmanirahim.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 


"Nikmatnya" tulis mereka waktu itu, "Nikmatnya, berserah diri kepadaNya dalam sujud, dalam kesendirian", maka terpampanglah sebuah status pada jejaring sosial ber-tagline biru di malam sunyi itu.

Subhanallah. Di kala setiap orang terlelap dalam buaian, pemilik status itu justru asik berinteraksi dengan Tuhan-nya. Subhanallah. dan kontan saja, terikutlah 5 likes serta 3 comment dibawah status itu.
"Tahajud ya? memang nikmat tahajud di malam sunyi seperti ini". atau "Aku juga sama, luar biasa nikmatnya" atau yang lain"Ngerjain tugas, setalah itu tahajud, boleh juga tuh!"
Subhanallah. Luar biasa sekali teman-teman kita ini. Tahajud. Sesuatu yang sekiranya sudah langka di era globalisasi ini. Subhanallah.

Ya. Tahajud. Perintah Allah jelas sekali untuk hal yang satu ini: 

“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan” (Al-Muzzammil: 1-4) 

"Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (Shalat malam)" (QS. Al-Furqan: 64)


Belum lagi banyaknya hadist-hadist Nabi Muhammad S.A.W tentang tahajud. Subhanallah. Beruntunglah mereka yang sempat melaksanakan qiyamul lail. Penulis iri se-iri-irinya iri. 

“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali persaudaraan dan sholatlahketika manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR. Ibnu Majah, dishohihkan oleh Al Albani) 

“Rabb kalian turun setiap malam ke langit dunia tatkala lewat tengah malam, lalu Ia berfirman: “Adakah orang yang berdoa agar Aku mengabulkan doanya?” (HR Bukhari 3/25-26)
Ini hanya sebagian kecil saja tentang keutamaan Shalat malam. Subhanallah.

Maka izinkanlah saya membantu mengumpulkan beberapa literatur tentang tips dan trik agar kita (kita, karena penulis juga masih susah banget bangun sepertiga malam) bisa merasakan kenikmatan yang mereka rasakan itu. Mudah-mudahan berguna:
  1. Perhatikan makanan. Makan orang muslim adalah makanan yang Halalan Thoyiban. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan, “Banyak dari makanan yang menghalangi bangun malam dan banyak dari pandangan yang menghalangi untuk membaca surat,” jelasnya. “Makanan yang haram dan pandangan yang haram dapat menjadi sebab sulit untuk bangun malam,” Selain itu tidak terlalu banyak makan dan minum, juga bikin tidur terlalu nyenyak lho.
  2. Keinginan yang kuat. Rasulullah saw bersabda. “Barangsiapa yang akan tidur berniat untuk bangun shalat tahajjud, kemudian ketiduran hingga pagi hari, maka dicatatnya niat itu sebagai satu pahala, sedang tidurnya itu dianggap sebagai karunia dari Allah yang diberikan padanya.” (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah dengan sanad yang shah)
  3. Dari yang ringan. Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, beliau saw bersabda, “Apabila seseorang di antaramu bangun malam, maka hendaklah memulai shalatnya dengan dua rakaat yang ringan.”
  4. Kurangi kegiatan yang mengundang rasa lelah baik fisik maupun psikis.
  5. Sisihkan waktu sebentar di siang hari menjelang shalat dhuhur untuk qailullah (tidur sejenak);
  6. Meminimalisir kegiatan yang mengandung dosa karena ternyata hal itu mengundang kerasnya hati, rasa malas dan memutus rahmat-Nya.
Semoga pelan-pelan, kita menjadi prajurit tengah malam itu. Amin.



Tapi, bolehkah kita sedikit bertanya..? Sedikit saja.
Pentingkah menulis status jejaring sosial seperti pembukaan tulisan ini..?
Bukankah peluang riya' akan lebih besar keluar dari pelupuk hati pelakunya...?
Astaghfirullah.
Bukankah sedikit saja, sedikit saja, terbesit riya' di hati pelakunya, maka apa yang mereka lakukan tak lebih baik daripada mereka yang terlelap tidur. Bahkan mungkin lebih buruk lagi. Astaghfirullah.
Seperti yang penulis lakukan, jika sedikit saja terbersit niat riya' dalam penulisan artikel ini maka gugurlah semua pahala yang menggiurkan itu. Na'uzubillah.
Udah capek-capek beramal, eh, malah gak dapat apa-apa, nihil bro. Jahatnya riya' ini. 

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya,” (QS. Al ma’un : 4–6) 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” (QS. Al-Baqarah: 264)


Masya ALLAH. Kata Nabi: 

”Maukah kalian aku beritahu tentang apa yang aku takutkan terhadap kalian daripada al masih dajjal?’ kami menjawab,’Tentu wahai Rasiulullah.’ Beliau saw berkata,’Syrik yang tersembunyi, yaitu orang yang melakukan sholat kemudian membaguskan sholatnya tatkala dilihat oleh orang lain,” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)

Lagi. Izinkan saya mengutip sebuah kisah dalam hadist. 

Dari Abu Hurairoh bahwa telah berkata seorang penduduk Syam yang bernama Natil kepadanya,”Wahai Syeikh ceritakan kepada kami suatu hadits yang engkau dengar dari Rasulullah saw.’ Abu Hurairoh menjawab,’Baiklah. Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya orang yang pertama kali didatangkan pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mati syahid dan dia diberitahukan berbagai kenikmatannya sehingga ia pun mengetahuinya. Kemudian orang itu ditanya,’Apa yang telah engkau lakukan di dunia?’ Orang itu menjawab,’Aku telah berperang dijalan-Mu sehingga aku mati syahid.’ Dikatakan kepadanya,’Engkau berbohong, sesungguhnya engkau berperang agar engkau dikatakan seorang pemberani dan (gelar) itu pun sudah engkau dapatkan.’
Kemudian Allah memerintahkan agar wajah orang itu diseret dan dilemparkan ke neraka. Kemudian didatangkan lagi seorang pembaca Al Qur’an dan dia diberitahukan berbagai kenikmatan maka dia pun mengetahuinya. Dikatakan kepadanya,”Apa yang engkau lakukan di dunia?’ Orang itu menjawab,’Aku telah mempelajari ilmu dan mengajarinya dan aku membaca Al Qur’an karena Engkau.’
Maka dikatakan kepadanya,’Engkau berbohong sesungguhnya engkau mempelajari ilmu agar engkau dikatakan seorang yang alim dan engkau membaca Al Qur’an agar engkau dikatakan seorang pembaca Al Qur’an dan engkau telah mendapatkan (gelar) itu. Kemudian Allah memrintahkan agar wajahnya diseret dan dilemparkan ke neraka. Kemudian didatangkan lagi seorang yang Allah berikan kepadanya kelapangan (harta) dan dia menginfakkan seluruh hartanya itu dan dia diberitahukan berbagai kenikmatan maka dia pun mengetahuinya. Dikatakan kepadanya,”Apa yang engkau lakukan di dunia?’
Orang itu menjawab,’Aku tidak meninggalkan satu jalan pun yang Engkau sukai untuk berinfak didalamnya kecuali aku telah menginfakkan didalamnya karena Engkau.’ Maka dikatakan kepadanya,’Engkau berbohong sesungguhnya engkau melakukan hal itu agar engkau disebut sebagai seorang dermawan dan engkau telah mendapatkan (gelar) itu. Kemudian orang itu diperintahkan agar wajahnya diseret dan dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim)
Astaghfirullah.

Maka, izinkan penulis mengkoreksi diri yang masih sangat-sangat berlumuran dosa ini mencari literatur tentang cara menanggulangi Riya' yang menghapuskan amal kita ini. Kali ini izinkan saya mengutip kiat-kiat yang disampaikan Imam Al-Ghozali:
  1. Menghilangkan sebab-sebab riya’, seperti kenikmatan terhadap pujian orang lain, menghindari pahitnya ejekan dan anusias dengan apa-apa yang ada pada manusia, sebagaimana hadits Rasulullah saw dari Abu Musa berkata,”Pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw dan mengatakan,’Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu tentang orang yang berperang dengan gagah berani, orang yang berperang karena fantisme dan orang yang berperang karena riya’ maka mana yang termasuk dijalan Allah? Maka beliau saw bersabda,’Siapa yang berperang demi meninggikan kalimat Allah maka dia lah yang berada dijalan Allah.” (HR. Bukhori)
  2. Membiasakan diri untuk menyembunyikan berbagai ibadah yang dilakukannya hingga hatinya merasa nyaman dengan pengamatan Allah swt terhadap berbagai ibadahnya itu.
  3. Berusaha juga untuk melawan berbagai bisikan setan untuk berbuat riya pada saat mengerjakan suatu ibadah.

Tahajud yang pake' Riya' percuma aja jadinya. Capek aja dapatnya. Kasihan.
Luruskan Niat, mari pelan-pelan sucikan hati dari Riya'. Semoga kita bisa.


Terakhir izinkan saya memohon maaf apabila ada celah kesombongan yang terpancar dari tulisan ini dan semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi bahan koreksi bagi saya terutama dan kita semua. Amin.
Yang Benar datangnya dari ALLAH AL-'ALIYY, yang salah datang dari diri saya sendiri.

Wassalam.
RAC.
Jazzakallahu Khairan.

Sumber:
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/bagaimana-menghilangkan-riya.htm
http://galaksiislam.wordpress.com/2010/01/29/cara-agar-mudah-bangun-malam-untuk-shalat-tahajjud-2/

Artikel keren lainnya:

Mintalah Firdaus!

Bismillahirahmanirahim.

Pernahkah suatu ketika, menemukan diri tengah berdo’a meminta sesuatu, atau yang biasa terjadi di teman-teman remaja (kita juga masih sering), “ Ya, Allah.” Pinta kita waktu itu “Aku sedang jatuh cinta, aku mencintai, si “A”, "dekatkanlah aku dengannya, semoga aku bisa bersamanya” begitu kira-kira. Penulis juga pernah mengalami hal yang sama ^^ (dulu tapi!). Waktu masa-masa labil merajalela.

Apa yang salah dengan do’a itu? Tidak, kita telah benar berdo’a. Hanya saja, menurut penulis ada sedikit kekurangan di do’a itu.
Ya, secara tidak sadar, kita telah membatasi do’a kita sendiri. Kita telah membatasi karunia dari Dia Yang Maha Tahu. Mungkin si ‘A’ yang kau pinta itu bukanlah yang terbaik untukmu, meskipun kau jatuh cinta setengah mati. Dia Yang Maha Tahu lah yang paling tahu segala yang tebaik untuk kita.

Mintalah yang paling tinggi. Terbaik.

“Ya Allah, Selalu berikanlah aku yang terbaik. Amin”

Konsep ‘mimpi’, ‘cita-cita’,’impian’, tidak hanya dimiliki oleh orang-orang MLM, para motivator, atau orang-orang sukses itu saja. Kita, umat muslim, juga punya konsep itu.

Dahulu, 1400an tahun yang lalu, Rasulullah S.A.W pernah bersabda “Mintalah Surga Firdaus!” Sederhana.
Apa yang di ajarkan junjungan kita ini?
Kalau mau bermimpi, kalau mau bercita-cita, kalau mau berdo’a, jangan tanggung-tanggung. “Mintalah Surga Firdaus!” Kata Nabi. Mintalah yang paling tinggi! Bercita-citalah setinggi-tingginya. Jangan tanggung-tanggung.
Berusahalah sebaik-baiknya. Masalah hasil, nanti biar Allah yang menentukan.

semoga bermanfaat. Amin.
RAC

Artikel keren lainnya:

Point de Vue. Cara Pandang.


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.
Bismillah,

Beberapa hari ini, saya sering tersenyum sendiri mengingat pola pikir waktu masih muda dulu (sekarang sih masih muda, tapi dulu lebih muda lagi -emang sih muka dah agak tua. red). Waktu-waktu masih labil. Dan memang ke-labil-an itu tak mudah hilangnya. Sampai sekarang, beberapa masih bertahan. He..He..

Hmmm...
Dan kali ini, bukanlah lebih ke tentang ke-labil-an yang dibahas. Walaupun topik labil memang lagi "in" di kalangan anak muda jaman sekarang. Aemang agak nyerempet sih, tapi lebih ke permasalah cara pandang. Cara pandang seorang pria.


Point de Vue.
Cara pandang. Ya. Lebih lanjut lagi, cara pandang seorang pria.
Yang akan kita bahas di sini bukan tentang paradigma atau perspektif atau apalah itu namanya.
Kita akan membahas tentang cara pandang dalam artian sebenarnya.
Izinkan saya membuka bahasan dengan 2 tinjauan pustaka. 

"Pandangan itu adalah panah beracun di antara panah iblis, siapa yang meninggalkannya karena takut kepadaKu maka akan Aku gantikan dengan keimanan, yang ia dapatkan manisnya di dalam hatinya (HR ath-Thabrani dan al-Hakim)

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (An-Nuur 24:30)

Dulu, dulu sekali. Waktu masih di Pontianak. Ayat ini,dan hadist hanya sekedar dibaca saja, tak dipahami. Bahkan ketika SMA dulu, aku punya senior laki-laki yang selalu jalan sambil menundukkan kepala. Kesannya, kurang tegap, agak kelihatan cupu, sehingga maklum saja banyak yang memperoloknya, termasuk saya tentunya.

Tetapi, sekarang, baru-baru ini. Saya mulai paham maknanya. Maklum saja, 2 tahun lalu, waktu baru sampai di ibukota, mata ini disajikan "pemandangan" yang "segar-segar". Mulai dari mbak-mbak pramugari yang molek, sampai nonik-nonik Jakarta (dari seluruh nusantara bahkan dunia) yang aduhai. Terbuka (atau berani membuka aurat). Maklum lagi, saya berasal dari Pontianak yang notabene (dulu) belum berkembang dan (dulu) belum banyak dara-dara yang "berani". Seperti baru lepas dari sangkar. Pandangan begitu bebas berkeliaran. Bikin panas Jakarta yang udah panas. Na'uzubillah.

Realitanya, saya dan laki-laki normal lain yang tak paham, menyenangi perempuan seluruhnya.

Untunglah saya, kami, kita punya buku best seller sepanjang masa yang suci - Al-Qur'an dari Yang Maha Tinggi. Dengan Surah An-Nur diatas sedikit memberi peringatan dengan lembut. Mengetuk relung terdalam untuk menjaga pandangan. Memelihara pandangan yang liar.

Tentang cara pandang. Di Jakarta, semuanya serba salah, menundukkan kepala salah, malah keliahatan (maaf) paha mbak-mbak yang "mulus". Menegakkan kepala salah, malah keliatan yang lain (tahu sendiri lah). Mendongkakkan kepala, malah dibilang orang sombong, lebih lanjut lagi, ndak bisa melihat jalan resiko nabrak tiang atau masuk lobang lebih besar.
Hmmm.... Jadi bingung.

Maka, pulanglah saya ke Pontianak dalam satu kesempatan. Niatnya sih pengen sedikit ngebersihin iman. Mendinginkan hati. Recharge. Tapi, Apa lacur, Pontianak yang cuma ditinggalkan sebentar (2 tahun) udah berubah drastis. Yang dulunya orang-orangnya pemalu sekarang lebih "berani". Yang dulu sopan santun berpakaian sekarang paha-paha "bertebaran". Pontianak yang dulunya panas sekarang membara! Na'uzubillah. Efek Globalisasi!


Efek Globalisasi
Ya. Efek Glaoblisasi. Efek Federalisasi. Ketika kata “pornografi” diterjemahkan sebagai “seni”.

Jadilah, sekarang benar-benar bingung mencari tempat perlindungan mata dari zinah mata. Memandang jika ia merasakan kelezatan ketika memandang.
Hingga salah satu teman pernah menulis status Facebooknya
'walau sama2 berjenis perempuan, kuntilanak berpakaian LEBIH SOPAN dari pada kebanyakan ABG jaman sekarang...'
Hmmmm.... Benar juga. ^^

Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Hai Nabi katakanlah lepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaknya mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab : 59)

Jelas-jelas disuruh (diwajibkan) "mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka." (walaupun kualitas taqwa sekarang tak lagi dapat diukur dengan panjangnya jilbab) Dan lihat lagi ayat di atas, jelas-jelas tujuannya baik "Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu" buat diri mbak-mbak sendiri, bukan orang lain.

Jadi, jangan salahkan jika laki-laki yang curi pandang (mbak-mbak yang jilbaban dan tertutupi saja masih jadi objek curi pandang, apa lagi yang "terbuka").

Masih ingat kan, "Pandangan itu adalah panah beracun di antara panah iblis", Diibaratkan panah beracun (punya iblis pula!) sangat pas, walaupun panah sudah tercabut tapi, racun masih tertinggal dan mengalis di darah, tertinggal di otak aslinya.

Maka, tolonglah ukhti-ukhti, tolonglah kami, bantu kami menjaga pandangan kami. Insya Allah tak ada yang dirugikan, bahkan sangat besar kesempatan terjadi simbiosis mutualisme di jalan-Nya. Bahkan lagi ada 2 keuntungan untuk ukhti-ukhti sekalian, menjalankan syari'at dan mencegah kemungkaran.

So, Salute to ukhti-ukhti yang konsisten menjaga penampilannya sesuai syari'ah.


Lebih lanjut lagi, Rasulullah menjelaskan:
“Wahai sekalian pemuda, barangsiapa yang mampu diantara kalian untuk menikah maka menikahlah karena sesungguhnya itu akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan dan barangsiapa yang belum mampu hendaknya ia berpuasa karena ia sebagai perisai baginya.”

Tentu saja, diumur yang masih "belia" ini, saya belum mampu menikah. Maka saya pilih opsi, kedua. Berpuasa. Insya Allah. Karena tak tahu kapan iman ini akan goyah. Mudah-mudahan tidak.

Barakallahufik. Jazakallahu khairan.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Artikel keren lainnya:

Biarkan Kami Lalui Masa Muda Kami Hingga Masanya


Saat ini, tak ada yang bisa memaksa kami bagaimana cara kami melalui masa muda kami
Pikiran kami masih luas, masih banyak yang harus kami selesaikan, maka, selesaikanlah dindaku!
Masih banyak yang bisa kami kerjakan untuk hidup, hidup yang tanpa interupsi
Iman kami masih lemah, masa muda kami terlalu indah untuk dilalui dengan khalwat yang menyesatkan
Sehingga suatu saat nanti kamu bisa menjadi penguat imanku, dan aku manjadi penguat imanmu.

Jadi,  jalanilah hidupmu dindaku, manfaatkan masa mudamu, dan jangan kalian ganggu!
Biarkanlah ia berdendang dengan masa mudanya, sementara aku juga akan bergelut di masa mudaku dengan gemilang.

Hingga suatu masa,
Masa ketika Ali bertemu Fatimah anggun,
atau Masa ketika Muhammad S.A.W bertemu Kahdijah yang tegar atau Aisyah yang menggemaskan,
atau Masa ketika tulang rusuk menemukan pasangannya yang hilang itu
Masa ketika sesuatu yang sunnah telah berubah menjadi wajib bagi kami, kita berdua...
Semoga....
Amin.....
  
Untuk dia yang nama indahnya tertulis dalam Lauh Mahfudz khusus untukku.............

Artikel keren lainnya:

Tahun Tanpa Musim


Jam dinding berputar sia-sia
Bagai Siwa hancurkan Dunia
Hancurka semua tanpa sisa

Siang Malam tak terasa
Hanya berlangsung apa adanya
Tanpa Suka….
Tanpa Duka….

Aku merindukan Cinta
Aku inginkan Kasih
Yaa Rahmaan
Yaa Rahiim

Berilah kasih sayang-Mu
Karna Sekarang aku menunggu di ujung jalan
Hidup tanpa kasih-Mu
Bagai Tahun Tanpa Musim



Nuha,
Kunjungi juga kumpulan puisi saya : ASY-SYA'IR

Artikel keren lainnya:

Maaf.


Sengaja ditulis ketika masih ramadhan agar mudah-mudahan tak ada campur tangan setan di dalamnya...

Asslamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
"Seandainya..." ingin para ulama "...Setiap bulan adalah bulan Ramadhan". 
Tapi, itulah hidup. Terus berjalan.
Dan hmmm... mungkin, sepertinya, pastinya tak akan terasa lagi keistimewaan bulan Ramadhan.
Makanya, Allah buat Ramadhan hanya ada sebulan dalam setahun. Agar kita lebih menghargai Ramadhan
Agar kita merindukannya.Sayangnya sobat, Ramadhan tahun ini telah akan berakhir. Momentum itu

Fenomenanya adalah, sukaria ketika Ramadhan telah pergi. Kebahagiaan.
Semoga kebahagiaan itu bukanlah dalam rangka menyambut terbebasnya syaitan dari neraka.
Semoga kebahagiaan itu bukanlah kebahagiaan atas berlalunya kesempatan memasuki pintu Surga yang dibuka lebar-lebar pada Ramadhan.
Semoga Kebahagiaan itu adalah kebahagiaan karena masuknya makna Lailatul Qadr dalam lubuk hati.

Karena kebahagiaan itu adalah milik mereka yang memaknai Ramadhan dengan keindahan Akhlak.
Karena kebagahiaan itu adalah milik mereka yang merindukan Ramadhan.
Kebahagiaan dan kemenangan adalah milik mereka yang saling memaafkan di hari yang fitri.

Penulis sangat mengharapkan perasaan senang karena mendapat setetes maaf yang tulus dari hati sobat-sobat sekalian.
Maaf atas kesalahan yang sengaja atau tak sengaja.
Maaf atas ketersinggungan dari mulut, mata, dan hati.
Maaf atas kesalahpahaman pikiran.
Maaf atas kesalahan penafsiaran tindakan, ucapan, tatapan, serta perasaan dari sobat sekalian.
Maaf.

Barakallahufik. Jazzakallahu Khairan.
Wabilahittaufik walhidayah Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

30 Ramadhan 1431.
Ridha Ananda Cipta.

Artikel keren lainnya:

Kutemukan Jalanku - Snada

Gelap jalan selama ini
Ragupun membayangi diri
Ketikan cahaya mengusir galau
Sadarkan kekhilafan diriku

Ingin kunyatakan cinta
Menyatu dengan cahayamu
Ketika kutemukan kebenaran
Punahkan keangkuhan diriku

Kini kutemukan jalanku yang lama kucari
Terimalah kesaksian hamba
Penuh tulus hati.. Penuh tulus hati

Artikel keren lainnya:

KALBU

Saat ini terasa getar-getar dada sedang berkecamuk melawan manisnya tawaran anggur dunia.
Saat hati tak lagi mampu menahan tarikan rantai setan.
Hati ini terus terbelenggu.
Tertutup oleh nafsu dunia yang membutakan mata.
Membuat manusia bertuhankan dunia, bertuhankan manusia.
Manusia telah tersumbat oleh butiran tetesan madu dunia, mengalahkan nurani yang terus saja berteriak.
Akankah kata-kata dari hati kecil paling dalam mampu dikalahkan bisikan jahanam dari iblis.

Saudaraku, manusia terlahir sempurna.
Cecunguk-cecunguk Iblis itu hanya mampu menjadi “Penasihat” saja.
Tetaplah keputusan di tangan manusia sebagai “pemilik perusahaan”.
Niat mereke sebenarnya “baik” , mereka hanya ingin mencari teman, teman seperjuangan, berjuang melawan hukum-hukum Sang Pencipta.

Fisik, materi, harta, kekuasaan, lawan jenis.
Seuanya adalah senjata ampuh mereka.
Tetapi semuanya tetap akan kalah melawan aji pamungkas sejagat.
NAFSU dan AKAL.

Tapi itulah ALLAH.
Tak mungkin menciptakan racun tanpa penangkalnya.
NURANI.
Mengalir Syahdu, menjinakkan keliaran akal dan nafsu.

Nuha,
Kunjungi juga kumpulan puisi saya : ASY-SYA'IR

Artikel keren lainnya:

Ia Nyawa Hidupku....

"....Kepadaku, ia datang dengan perlahan..
Pelan-pelan menusuk, menghujam..
Hingga relung terdalam..
Lalu tinggal dan bertunas disana..
Hingga tak akan mungkin dihapuskan waktu..

Ia akan terus terjaga hingga aku hilang dalam buaian..
Terus memberi energi ketika aku hampir mati..
Terus memberi inspirasi ketika putih menguap..
Terus memberi semangat ketika hitam datang menyeruap..
Terus menjaga hingga aku sadar pada semuanya..
Semua, apa yag telah ia lakukan, ia ubah padaku..
Ia nyawa hidupku......."

Nuha,
Kunjungi juga kumpulan puisi saya : ASY-SYA'IR

Artikel keren lainnya:

Kemudahan itu Ujian


Apakah semua ini dibuat mudah karena memang jalanya..?
ataukah dibuat mudah dahulu baru dipersulit kemudian..?

Apakah ada batas lain yang harus dijaga...?
ataukah semua kemudahan yang datang adalah pertanda bahwa tak ada batasan lagi yang perlu dilewati...?

Apakah kemudahan yang datang adalah pertanda alam...?
ataukah karena mudah sehingga menjadi tak menarik lagi...?

Apakah harus bersyukur karena kemudahan...?
Ataukah istighfar mungkin saja ini godaan syaitan...?

Sulit menebak takdir...
Kemudahan adalah ujian...

Ah, Aku sedang diuji rupanya......
Kuatkan aku bertahan Ya Rabb.....
Atas semua kemudahan, kesulitan, dan ujian...
Amin...

Nuha,
Kunjungi juga pendopo puisi saya : ASY-SYA'IR

Artikel keren lainnya: