Beranda · Belajar · Kontak · Privacy Policy

muna

bismillah.
subuh-subuh itu aku berpikir, niat merenungi diri, beraninya aku mengarapkan sosok Khadijah padahal tak seujung-kukupun sosok Muhammad di diriku...
ah.. mungkin aku terlalu banyak menuntut sampai-sampai lupa compang-camping sendiri....
jika: Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).... (QS An-Nuur : 26)
maka ini adalah proses menjadi baik, bukan satu pihak saja, tapi keduanya, bersama-sama. meskipun akulah oknum yang harus lebih keras berjuang untuk menjadi baik....
dan aku merasa belum baik sama sekali, karena masih banyak yang harus aku perbaiki, masih banyak yang harus aku persiapkan untuk mampu maju.
sekiranya tak pantas aku merendahkannya, karena: "....Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka besabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, Padahal ALLAH menjadikan padanya kebaikan yang banyak" ( QS An-Nisa' : 19)
ah... terlalu banyak alasan untuk tak menyukai. padahal, kebaikannya? jauh lebih banyak! jauh lebih banyak daripada aku sendiri! karena akulah yang lebih pantas tak disukai. dan akulah oknum yang harus lebih keras berjuang untuk menjadi baik.
maka aku mohon, sebelum harinya tiba, siapapun engkau, tulang rusukku, marilah, sebelumnya, bersama-sama perbaiki diri, perbaikan berkelajutan, agar nanti, kita dapat digolongkan "baik" oleh-NYA. meskipun akulah oknum yang harus lebih keras berjuang untuk menjadi baik. do'akan aku menjadi baik agar bisa mendapatkan mu yang baik itu... :)

Artikel keren lainnya:

02.45

02.45
niat nonton Barcelona VS Arsenal tercapai karena terbangun dari mimpi yang bikin berdebar pas bangun....
Setting: jembatan gantung warna merah, dibawahnya mengalir air pegunungan deras tapi dangkal diantara batu-batu kali, i don't know where...
ramai-ramai sedang ngobrol, yang lain berpegangan pada tali, aku naik di atas tali...
sedang asik, muncul sebuah/seorang sosok di sebelah-ku, aku kenal baik, sangat baik, siapa dia aku tahu jelas, tapi entah mengapa didalam mimpi itu aku begitu ketakutan melihat wajahnya, wajahnya saja , ku berpaling wajah, takut dikenali...
tiba-tiba berkata ia:
"hai dha, apa kabar..?"
deg...! takut, campur kaget, campur senang...
aku jawab sambil senyum "baik.."
ku beranikan memandang wajahnya
terdiam sejenak, kupandangi wajahnya: wajah yang sangat familiar menyejukkan tapi kali ini pucat pasi, ada raut sedih dibalik wajah senyumnya, bibirnya pecah-pecah seperti sedang sakit, dan matanya... punya seribu arti tersimpan amarah dalam mata syahdunya, ada rasa kecewa dalam matanya yang coba disembunyikan dan jelas itu ditujukan padaku...
aku lanjutkan "suara kamu kok sexy sekarang...?" aku coba bercanda
"haa..? sexy...? biasa aja.." katanya sambil tersenyum
ya, suaranya! aku tangkap nada aneh dalam suaranya...
tak biasa, sangat tak biasa, aku hapal nadanya meskipun tak sampai 50 kata saja suara yang pernah aku dengar dari pita suaranya, tapi aku hapal betul nadanya...
serak-serak basah, mungkin sedang sakit, atau habis menangis atau...... ah, aku tak paham arti suaranya....
tak lama ia berlalu... meminta izin duluan...
ia menendang bola dan jatuh ke jurang sebelah jembatan...
kemudian ia semakin jauh, dan tampak sangat senang, dan aku sangat iri dengan kesenangannya... entah mengapa...
tak lama aku terbangun setelah ia tak terlihat lagi dan...
aku tak paham kenapa ia begitu marah padaku... wajahnya memang tersenyum... tapi dibaliknya ada raut kekecewaan... apa ini...??
deg..deg..deg.. subuh-subuh mimpi seperti itu bikin lapar, sederhana tapi menyita banyak energi...

Artikel keren lainnya: